June 15, 2024

Tabloidpengusaha.com

Tabloid Pengusaha | tabloid online | majalah online | majalah digital | majalah marketing

Ramai Investor Asing Lirik Bank RI, OJK Pantau Bank Digital

3 min read
Lorem ipsum dolor sit amet,sed diam nonumy eirmod tempor invidunt ut labore et dolore magna aliquyam erat, At vero eos et accusam et justo duo dolores et ea rebum. Lorem ipsum dolor sit amet, no sea takimata sanctus est Lorem ipsum dolor sit amet. Stet clita kasd gubergren, no sea takimata sanctus est Lorem ipsum dolor sit amet. no sea takimata sanctus est Lorem ipsum dolor sit amet. no sea takimata sanctus est Lorem ipsum dolor sit amet. sed diam voluptua.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan bahwa antusiasme investor asing untuk mengakuisisi bank di Indonesia cukup tinggi. Ini mengingat Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi besar termasuk dalam hal digitalisasi. Adapun 40% nilai transaksi digital di Asia Tenggara berasal dari Indonesia, menurut rilis Kemenko Perekonomian Triwulan I-2023.

“Pada prinsipnya perbankan Indonesia terbuka bagi masuknya investor dalam rangka memperkuat permodalan untuk mendukung dan menjaga pertumbuhan bank yang berkelanjutan dalam hal ini termasuk investor kepada bank dengan fokus bisnis layanan perbankan digital,” jelas Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dian Ediana Rae dalam keterangan resminya, Minggu (6/11/2023).

Ia mengatakan beberapa bank di Indonesia beroperasional dengan fokus pada layanan perbankan digital yang didukung dengan ekosistem yang menopang bisnis. Dian juga menyampaikan bahwa pihaknya sampai saat ini terus mencermati perkembangan bank-bank dengan fokus layanan perbankan digital dan mendorong kinerja bank dengan mengedepankan aspek tata kelola yang baik.

Sebelumnya pada bulan Juli lalu, Dian mengungkapkan investor dari Jepang, Korea Selatan, dan Singapura akan segera mencaplok bank-bank lokal dalam waktu dekat.

“Bahkan permintaan dari kita dari Jepang dari Korsel dari negara tetangga Singapura sedang meningkat untuk bisa akuisisi bank lokal, dan saya kira performance bank-bank kita secara nasional bahwa di pasar modal juga jadi penggerak utama itu industri perbankan,” kata Dian saat Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner OJK, Selasa (4/7/2023) lalu.

Mengingatkan saja, ada sejumlah bank yang dikabarkan akan kedatangan investor baru.

Seperti PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) yang tengah mencari investor baru dari luar negeri guna mengisi posisi dua bank himbara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang akan mendivestasikan saham mereka di bank syariah tersebut.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengungkapkan bahwa pada Oktober lalu, BSI kembali terbang ke Timur Tengah untuk bertemu dengan calon investor baru. BSI akan melakukan roadshow di beberapa kota seperti Dubai dan Abu Dhabi untuk bertemu investor potensial.

Kemudian, International Finance Corporation (IFC) dikabarkan bakal masuk menjadi pemegang saham PT Bank KB Bukopin Indonesia Tbk. (BBKP). Menurut rumor yang beredar di pasar, IFC disebut-sebut bakal membeli saham BBKP milik STIC Eugene Star Holdings Inc.

Adapun pada 31 Mei 2023 lalu, STIC Eugene Star Holdings Inc. telah memborong sebanyak 31,9 miliar saham BBKP atau setara Rp 3,19 triliun, sebagaimana tercatat dalam data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 31 Mei 2023. STIC sendiri merupakan investor baru yang bukan merupakan bagian dari KB Financial Group.

“Kami belum menerima pemberitahuan resmi dari pihak IFC mengenai rencana pembelian saham BBKP,” ujar Wakil Direktur KB Bukopin Robby Mondong dalam keterbukaan informasi, Rabu (13/9/2023).

Robby menyatakan Bank KB Bukopin sebagai perusahaan terbuka akan selalu memberikan informasi publik soal aksi korporasi yang akan dilakukan.

Terbaru, beredar kabar bahwa raksasa perbankan asal Malaysia, CIMB dan korporasi keuangan asal Jepang, J Trust tengah “berlomba” mencaplok PT Bank Commonwealth. Mengutip Reuters, sumber yang tidak ingin disebutkan namanya menyampaikan nilai dari akuisisi ini diperkirakan dapat mencapai US$400 juta hingga US$500 juta (Rp6,29 triliun hingga Rp7,86 triliun).

Sumber tersebut mengungkapkan CIMB dan J Trust telah menyatakan minatnya dan sedang mempertimbangkan untuk mengajukan penawaran yang mengikat.

PT Bank Commonwealth pun telah menanggapi hal ini. Bank hanya menanggapi dengan singkat, namun tidak menampik kabar tersebut.

“Sesuai dengan peraturan perusahaan kami, kami tidak memberi komentar atas market rumor dan spekulasi,” kata Corporate Communications Bank Commonwealth dalam email yang diterima CNBC Indonesia, Jumat (3/11/2023).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *