14 Ribu UMKM RI Sudah Bisa Ekspor Produk, tapi…

Jakarta – Menteri Perdagangan M Lutfi mengungkapkan pengusaha UMKM di Indonesia sudah bisa melakukan ekspor produknya ke luar negeri. Meski jumlah usahanya banyak, kontribusi ekspornya masih kecil.

Lutfi menjelaskan pada tahun 2020 sudah ada 14 ribu UMKM yang ekspor, tapi kontribusi keuntungannya cuma 4% dari total nilai ekspor non migas di Indonesia.

Di 2020 sendiri ekspor non migas Indonesia tahunan naik sekitar 34,06% dengan nilai US$ 97,06 miliar. Nilai ekspor dari para UMKM hanya 4,09% dari total nilai ekspor.

“Peningkatan nilai perdagangan ini tidak lepas dari peran UMKM. Namun kami menyadari, sebenarnya kontribusi UMKM belum optimal. Di 2020 saja ada hampir 14 ribu UMKM yang melakukan ekspor, setara dengan 77,28% dari jumlah eksportir,” jelas Lutfi dalam webinar Festival Ide Bisnis detikcom yang bekerja sama dengan BNI, Minggu (1/8/2021).

“Namun kontribusi nilai ekspornya hanya 4,09% dari total nilai ekspor Indonesia,” paparnya.

Meski begitu Lutfi mengatakan program ekspor oleh UMKM akan jadi fokus Kementerian Perdagangan. Di sisi lain, meski pandemi melanda Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekspor yang menggembirakan. Di tahun 2020 saja, Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan sebesar US$ 21,7 miliar.

Di pertengahan tahun 2021 perbaikan perekonomian makin positif menurut Lutfi, buktinya pada semester I tahun ini kinerja perdagangan mengalami surplus pada neraca sebesar US$ 11,86 miliar.

“Angka itu paling tinggi sejak Agustus 2011,” ungkap Lutfi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *