September 27, 2023

Jakarta (tabloidpengusaha.com) – Indonesia menggelar pertemuan pertama tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral atau the 1st ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (AFMGM) di Bali pada 28-31 Maret 2023.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo menekankan, Keketuaan Indonesia dalam ASEAN 2023 melanjutkan kepemimpinan sebelumnya dalam Presidensi G20.

“Peran Keketuaan Indonesia dalam ASEAN 2023 merupakan bagian dari tahapan menuju terciptanya ASEAN Economic Community (AEC) 2025 yang saling terkoneksi, inklusif dan sejahtera pada 2025,” jelas dia Selasa (28/3/2023).

Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Febrio Kacaribu, menambahkan bahwa kondisi perekonomian ASEAN saat ini stabil. Bahkan untuk tahun 2023, organisasi internasional seperti IMF, Bank Dunia, dan OECD memandang kawasan ASEAN sebagai epicentrum of growth di tengah berbagai tantangan yang dihadapi ini di tahun 2023 ini.

“Hal ini yang kemudian menjadi semangat bersama untuk menuju kawasan yang lebih stabil dan berkelanjutan,” kata Febrio.

24 Pertemuan
Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia akan menghadirkan sekitar 24 pertemuan yang meliputi pertemuan utama mulai tingkat Deputi hingga Prinsipal dan pertemuan pendukung yang berbalut tema ‚ÄúDiscover Indonesia”, khususnya mengangkat budaya Sulawesi dan Kalimantan sekaligus menunjukkan giat pariwisata Indonesia.

Beberapa pertemuan utama, antara lain:

  1. ASEAN Finance Deputies Meeting (AFDM),
  2. ASEAN Central Bank Deputies Meeting (ACDM),
  3. ASEAN Finance and Central Bank Deputies Meeting (AFCDM),
  4. ASEAN Finance Ministers Meeting (AFMM),
  5. ASEAN Central Bank Governors Meeting (ACGM), dan
  6. ASEAN Finance and Central Bank Governors Meeting (AFMGM).

Dalam rangkaian pertemuan utama tersebut, para delegasi akan menyusun langkah kolektif dan kolaboratif untuk mewujudkan 3 Priorities Economic Deliverables (PEDs), yaitu:

  1. Rebuilding Regional Growth, Connectivity, and New Competitiveness (recovery rebuilding)
  2. Accelerating Inclusive Digital Economy Transformation and Participation (digital economy)
  3. Promoting Sustainability Economic Growth for a Resilient Future (sustainability).
    Kerangka tersebut diharapkan dapat memperkuat para negara anggota ASEAN dalam menghadapi tantangan ekonomi dunia melalui langkah bersama sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dunia atau Epicentrum of Growth.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *