June 15, 2024

Tabloidpengusaha.com

Tabloid Pengusaha | tabloid online | majalah online | majalah digital | majalah marketing

Arti dan Penggunaan Kata “Tah” dan “Jeh” yang Kerap Digunakan oleh Warga Cirebon

2 min read

tabloidpengusaha – Setiap daerah di Indonesia tentunya memiliki ciri khasnya masing-masing dalam hal berbahasa atau berkomunikasi. Terkadang, ada saja istilah-istilah maupun imbuhan kata yang selalu diucapkan oleh masyarakat ketika mereka berkomunikasi.

Seperti di Cirebon, sebagai contoh. Ketika berkunjung ke daerah yang terletak di lintas utama jalur pantura ini, Anda mungkin akan sering mendengar imbuhan kata “Tah” dan “Jeh.”

Ya, kedua imbuhan kata ini merupakan yang paling sering diucapkan oleh masyarakat Cirebon saat mereka berkomunikasi. Hampir dalam setiap percakapan, kedua imbuhan kata “Tah” dan “Jeh” selalu terucap.

Lantas, apa sebenarnya arti dari imbuhan kata “Tah” dan “Jeh” yang selalu diucapkan oleh masyarakat Cirebon ketika mereka melakukan percakapan?

Dalam bahasa Cirebon sendiri, kedua imbuhan kata “Tah” dan “Jeh” sering muncul pada sebuah kalimat pertanyaan maupun jawaban yang disertai dengan ungkapan penegasan.

Yulianto (30), salah seorang warga Kota Cirebon, mengatakan bahwa imbuhan kata “Tah” dan “Jeh” memang sangat sering digunakan oleh masyarakat setempat saat berkomunikasi. Menurutnya, hal tersebut sudah menjadi kebiasaan dan masih berlanjut hingga saat ini.

Sebagai warga yang tinggal di Kota Cirebon, Yulianto mengakui bahwa ia sering menggunakan imbuhan kata “Tah” dan “Jeh” saat berkomunikasi, baik dengan keluarga, teman, maupun warga Cirebon lainnya.

“Di Cirebon, imbuhan kata itu memang sudah menjadi kebiasaan. Ketika kita sedang ngobrol atau berkomunikasi, imbuhan kata tersebut secara spontan terucap,” kata dia saat berbicara dengan detikJabar di Cirebon, Senin (6/11/2023).

Menurutnya, imbuhan kata “Tah” dan “Jeh” dalam bahasa Cirebon biasanya digunakan untuk memberikan penegasan atau penekanan pada kalimat-kalimat tertentu.

“Khusus di Cirebon, imbuhan kata itu biasanya digunakan untuk menekankan kalimat tertentu,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Lembaga Bahasa Cirebon, Akbarudin Sucipto, menjelaskan bahwa imbuhan kata “Tah” dan “Jeh” memang sering digunakan oleh masyarakat untuk memberikan penekanan pada sebuah kalimat.

Namun, di sisi lain, “Tah” dan “Jeh” dalam bahasa Cirebon juga sering digunakan untuk menyatakan sebuah ekspresi, seperti ekspresi keheranan atau dalam suasana bertanya-tanya.

“Jadi penggunaan ‘Tah’ dan ‘Jeh’ dalam bahasa Cirebon bisa menggambarkan suatu ekspresi tertentu,” kata Akbarudin.

Dalam percakapan, imbuhan kata “Tah” dan “Jeh” juga sering muncul secara bersamaan. “Tah” biasanya muncul dalam sebuah kalimat pertanyaan, sementara “Jeh” biasanya ada dalam kalimat jawaban.

Sebagai contoh, kalimat pertanyaan dalam bahasa Cirebon yang biasanya menggunakan “Tah” adalah ‘Iya Tah?’ Kalimat ini biasanya digunakan untuk memastikan kebenaran. Dan untuk menjawabnya, kata-kata yang biasanya digunakan adalah ‘Iya Jeh’ atau ‘Beli Jeh’.

Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, kata-kata pertanyaan ‘Iya Tah’ tersebut bisa bermakna ‘Apakah Benar?’ atau ‘Apakah Iya?’. Sedangkan kata-kata jawaban ‘Iya Jeh’ bisa diartikan sebagai ‘Memang Benar’, dan ‘Beli Jeh’ bisa diartikan sebagai ‘Tidak Benar’.

Namun, khusus untuk imbuhan kata “Jeh,” imbuhan kata tersebut juga bisa muncul dalam kalimat pertanyaan.

Contoh kata-kata pertanyaan dalam bahasa Cirebon yang biasanya menggunakan “Jeh” adalah ‘Priben Jeh?’ Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, kata-kata pertanyaan tersebut bisa berarti ‘Gimana Sih?’.

“Dalam bahasa Cirebon, imbuhan kata ‘Tah’ dan ‘Jeh’ seringnya muncul dalam pertanyaan maupun jawaban yang disertai dengan ungkapan penegasan,” kata Akbarudin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *