June 15, 2024

Tabloidpengusaha.com

Tabloid Pengusaha | tabloid online | majalah online | majalah digital | majalah marketing

Ketua BEM UI Mengungkap Keluarganya Mengalami Intimidasi Terkait Protes MK

2 min read

tabloidpengusaha – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) Melki Sedek Huang mengakui bahwa dirinya dan keluarganya di Pontianak, Kalimantan Barat, telah mengalami intimidasi. Ia menduga bahwa intimidasi tersebut terkait dengan gerakan mahasiswa terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai syarat minimal usia calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

Sejak awal menjalani kepemimpinan di BEM UI pada tahun 2023, Melki mengakui bahwa ia dan beberapa mahasiswa lainnya sering mengalami serangan digital dan ancaman dalam berbagai bentuk.

Namun, intensitas intimidasi meningkat sejak putusan MK yang dipimpin oleh ipar Presiden Joko Widodo, Anwar Usman. Melki menyatakan, “Saya tidak tahu motifnya, tapi saya yakin bahwa ini berkaitan erat dengan kondisi sosial dan politik yang sedang berlangsung saat ini, salah satunya berkaitan dengan putusan MK yang kontroversial.”

Melki juga mengungkap bahwa keluarganya di Pontianak, Kalimantan Barat, pernah didatangi oleh seseorang yang mengaku sebagai aparat keamanan beberapa minggu lalu. Mereka tidak mengidentifikasi unit asal mereka, hanya menyatakan sebagai aparat.

“Yang paling serius, ibu saya di rumah Pontianak dikunjungi oleh orang-orang yang mengenakan seragam TNI dan Polisi. Mereka bertanya tentang kebiasaan Melki di rumah, jam pulangnya, dan pertanyaan sejenis mengenai rutinitas keluarga,” kata Melki.

Selain itu, Melki juga mengungkap bahwa gurunya di SMA Negeri 1 Pontianak telah menerima pertanyaan mengenai kebiasaan Melki saat bersekolah. Hingga saat ini, Melki belum melaporkan insiden intimidasi tersebut kepada pihak kepolisian, dan ia masih menunggu perkembangan selanjutnya.

Teror ini telah dibahas di internal BEM UI.

CNNIndonesia.com telah mencoba menghubungi Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pipit Rismanto, terkait klaim Melki, tetapi hingga berita ini disiarkan, belum ada tanggapan dari pihak berwenang.

Kolonel Inf Ade Rizal Muharram, Kapendam XII Tanjungpura, mengaku belum menerima informasi mengenai dugaan intimidasi terhadap keluarga Melki di Pontianak. Dia menyatakan akan mencari informasi lebih lanjut dan memberikan respons setelah memperoleh informasi lebih lanjut.

Putusan MK mengenai syarat usia minimal calon presiden dan calon wakil presiden, yang semula 40 tahun menjadi 40 tahun atau pernah menjabat melalui pemilu termasuk pemilihan kepala daerah, telah memicu kontroversi. Keputusan ini membuka pintu bagi Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, yang berusia 40 tahun, untuk maju dalam Pilpres 2024. Gibran adalah putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan keponakan Anwar Usman yang saat itu menjabat sebagai Ketua MK.

Putusan ini memicu pro dan kontra, dan terdapat 21 laporan dugaan pelanggaran etik hakim konstitusi yang dilaporkan oleh berbagai pihak. Anwar menjadi pihak yang paling banyak dilaporkan, yaitu sebanyak 15 laporan.

Majelis Kehormatan MK (MKMK) akhirnya menyatakan Anwar bersalah dalam dugaan pelanggaran etik berat yang terkait dengan konflik kepentingan dalam putusan MK mengenai syarat minimal usia capres-cawapres.

Akibatnya, Anwar Usman diberhentikan dari jabatan Ketua MK. Keputusan ini diumumkan oleh Ketua MKMK, Jimly Ashhiddiqie, di Gedung MK, Jakarta, pada Selasa (7/11) malam. Jimly menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah MKMK melakukan pemeriksaan terhadap Anwar dan mengumpulkan fakta serta pembelaan dari Anwar. Dari sembilan hakim MK, Anwar diperiksa oleh MKMK dua kali dalam kasus dugaan pelanggaran etik ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *