June 15, 2024

Tabloidpengusaha.com

Tabloid Pengusaha | tabloid online | majalah online | majalah digital | majalah marketing

BPS: Ekspor Oktober 2023 Mencapai US$22,15 Miliar, Turun 10,43% YoY

2 min read

tabloidpengusaha.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Oktober 2023 mencapai US$22,15 miliar, naik 6,76 persen (month-to-month/mtm) dibandingkan periode September 2023. Meski demikian, kinerja ekspor pada Oktober 2023 mengalami penurunan sebesar 10,43 persen dibandingkan Oktober 2022 yang mencapai US$24,73 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyatakan bahwa ekspor migas tercatat senilai US$1,37 miliar atau mengalami penurunan sebesar 2,38% dibandingkan bulan sebelumnya (mtm). Sementara itu, ekspor nonmigas naik 7,42% dengan nilai ekspor mencapai US$20,78 miliar. Dia menjelaskan bahwa kenaikan nilai ekspor pada Oktober 2023, jika dibandingkan bulan sebelumnya, didorong oleh peningkatan ekspor nonmigas terutama pada golongan bahan bakar mineral HS 27 yang naik 24,61%, logam mulia dan perhiasan atau permata HS 71 naik 43,1%, serta alas kaki naik 39,55%.

“Secara tahunan, nilai ekspor Oktober 2023 mengalami penurunan cukup dalam sebesar 10,43% [YoY],” ujar Pudji dalam konferensi pers, Rabu (15/11/2023). Dia menyatakan bahwa kontraksi nilai ekspor dipengaruhi oleh penurunan ekspor nonmigas, melanjutkan tren yang terjadi sejak awal tahun, terutama disebabkan oleh harga komoditas unggulan di pasar global yang relatif lebih rendah dibandingkan tahun lalu.

Dari segi sektor, lanjut Amalia, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan berkontribusi sebesar US$0,37 miliar terhadap ekspor nonmigas Oktober 2023, pertambangan menyumbang US$4,26 miliar, dan sektor industri pengolahan sebesar US$16,14 miliar. Pada Oktober 2023, nilai ekspor nonmigas mengalami penurunan secara tahunan di semua sektor. Penurunan terdalam terjadi pada sektor pertambangan dan lainnya, yaitu -28,7% (YoY), namun secara bulanan naik sebesar 10,66% (mtm). Sementara secara bulanan, semua sektor nonmigas juga mengalami penurunan kecuali sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Dia menyebut bahwa kenaikan ekspor utamanya didorong oleh industri pengolahan. BPS mencatat bahwa ekspor industri pengolahan melonjak cukup besar dibandingkan bulan sebelumnya (mtm) dan didorong oleh barang perhiasan atau barang berharga, besi dan baja, sepatu olahraga, serta kelapa sawit atau CPO (crude palm oil).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *