June 15, 2024

Tabloidpengusaha.com

Tabloid Pengusaha | tabloid online | majalah online | majalah digital | majalah marketing

Mantan PM David Cameron Menjadi Menteri Luar Negeri Inggris

2 min read

tabloidpengusaha.com – Mantan Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron kembali ke pemerintahan dengan ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) saat PM Rishi Sunak merombak kabinetnya. Penunjukan Cameron ini dianggap sebagai suatu kejutan.

Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (14/11/2023), Cameron (57) menjabat sebagai PM Inggris pada periode tahun 2010 hingga tahun 2016. Dia mengundurkan diri setelah hasil referendum Brexit menunjukkan mayoritas warga Inggris memilih untuk keluar dari Uni Eropa.

PM Sunak yang melakukan perombakan kabinet menjelang pemilu tahun depan mencopot tokoh sayap kanan Suella Braverman sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada awal pekan ini. Braverman menuai kontroversi setelah menuduh polisi lebih mendukung demonstran pro-Palestina dalam aksi yang baru-baru ini digelar.

Sebagai pengganti Braverman, PM Sunak menunjuk James Cleverly, yang sebelumnya menjabat sebagai Menlu, sebagai Mendagri baru Inggris. Kemudian, secara mengejutkan, ia mengumumkan Cameron sebagai Menlu baru Inggris untuk menggantikan Cleverly.

Dalam pernyataan pada Senin (13/11), kantor PM Sunak juga mengumumkan bahwa Raja Charles menyetujui pemberian kursi di majelis tinggi parlemen Inggris, House of Lords, untuk Cameron. Hal ini memungkinkan dia untuk kembali ke pemerintahan sebagai menteri meskipun tidak lagi menjadi anggota parlemen terpilih.

Cameron dalam pernyataannya menyatakan bahwa dirinya ‘dengan senang hati menerima’ peran baru yang diberikan PM Sunak kepadanya, terutama ketika Inggris sedang menghadapi ‘serangkaian tantangan internasional yang berat’.

“Perdana Menteri telah meminta saya untuk menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, dan saya dengan senang hati menerimanya,” tulis Cameron dalam pernyataannya, seperti dilansir oleh AFP dan Bloomberg.

“Meskipun saya sudah keluar dari politik garis depan selama tujuh tahun terakhir, saya berharap pengalaman saya sebagai pemimpin Partai Konservatif selama 11 tahun dan sebagai Perdana Menteri selama enam tahun akan membantu saya dalam membantu Perdana Menteri menghadapi tantangan-tantangan penting,” tambahnya.

Saat meninggalkan dunia politik, Cameron sempat terjerat dalam skandal pada tahun 2021 karena melobi pemerintah Inggris untuk kelompok keuangan Greensill Capital, yang kemudian bangkrut. Peristiwa ini dianggap sangat mencoreng reputasinya. Jatuhnya Greensill Capital memicu pertanyaan tentang sejauh mana mantan pemimpin dapat menggunakan status mereka untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah, mengingat Cameron berulang kali menghubungi menteri-menteri senior pada tahun 2020 untuk melobi perusahaan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *