June 15, 2024

Tabloidpengusaha.com

Tabloid Pengusaha | tabloid online | majalah online | majalah digital | majalah marketing

Video Kontroversial: ASN Boyolali Mengklaim Diminta Memilih Salah Satu Capres

2 min read

tabloidpengusaha.com

Media sosial dihebohkan dengan beredarnya video pengakuan seorang PNS di Kabupaten Boyolali yang diminta memilih salah satu calon presiden (capres). Video itu pun menyebar di sejumlah media sosial dan menjadi viral.

Dalam video tersebut, terlihat seorang perempuan berbaju warna khaki dengan atribut PNS Pemkab Boyolali sedang berbicara dengan seorang pria. Ia menceritakan perihal kondisi ASN di Boyolali menjelang Pemilu 2024 ini.

Sambil memakan bakso, perempuan itu mengungkapkan kondisi ASN di Boyolali kepada seseorang yang bersuara pria. Dialog itu direkam dari belakang sisi kiri perempuan tersebut. Dalam video berdurasi 1 menit 41 detik itu, perempuan itu berbicara menggunakan bahasa Jawa campur bahasa Indonesia.

Sambil mengaduk-aduk bakso di mangkuknya, perempuan itu menyatakan bahwa ASN di Boyolali diarahkan untuk memenangkan calon dari partai politik tertentu dalam Pemilu 2024 mendatang. Perempuan tersebut menyebutkan bahwa hal itu diarahkan oleh bupati.

Selain itu, perempuan itu juga menyebut bahwa ASN Boyolali ditarik iuran untuk pemenangan, dan jika tidak mau, mereka akan dipindah ke tempat yang jauh dari tempat tinggalnya.

Disebutkan pula bahwa dalam rekrutmen P3K dari pemdes mendapat rekomendasi dari orang partai, sehingga harus menyetor ke partai.

Terkait dengan beredarnya video pengakuan ASN Boyolali itu, Bupati Boyolali Mohammad Said Hidayat langsung membantahnya. Said menegaskan dirinya tidak pernah memerintahkan atau mengarahkan agar ASN memilih salah satu capres.

“Pertanyaannya, pernah mendengar saya memerintahkan seperti itu? Pernah mendengar? Semua pernah mendengarkan? Ya sudah jawabannya itu. Artinya bupati tidak pernah memerintahkan untuk itu (mengarahkan ASN untuk memilih calon dan partai tertentu),” kata Said Hidayat kepada para wartawan di sela acara pengundian hadiah tabungan BPR BKK Boyolali di gedung Cendana, Rabu (15/11/2023).

Sementara itu, ditanya perihal iuran ASN untuk pemenangan parpol seperti yang disebutkan perempuan dalam video itu, Said juga membantahnya.

“Kan sudah saya jawab, apa pernah mendengarkan saya perintahkan itu? Kalau bisa ya sampaikan saja, ya yang menyampaikan siapa, artinya apakah itu pernah mendengarkan langsung perintah bupati seperti itu apakah ada atau tidak,” tegas dia.

Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana juga angkat bicara mengenai video perempuan berseragam ASN Kabupaten Boyolali yang mengaku diperintah mendukung salah satu Capres. Ia menegaskan bahwa ada tim yang akan melakukan pengecekan.

“Itu mungkin nanti mengarah Bawaslu, bukan tugas kita. Tapi kita ada tim satuan tugas untuk melakukan pengecekan ataupun penyelidikan apakah hal itu betul atau tidak, tapi nanti itu urusannya dengan Bawaslu kalau masalah kampanye,” kata Nana kepada wartawan di gedung Gradhika Bakti Praja, Rabu (15/11).

Nana menegaskan bahwa ASN harus menjaga netralitasnya. ASN memiliki berbagai larangan untuk menjaga netralitas di tahun politik, termasuk simbol jari saat berfoto hingga postingan di media sosial yang mendukung calon tertentu.

“Tidak boleh berpose simbol-simbol apalagi menggunakan jari, kita hanya boleh mengepal kalau misalnya hanya memberi salam, gini (lima jari) juga bisa karena pasangan cuma tiga. Jadi simbol menggunakan jari ataupun hal lain memang sangat sensitif,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *