June 15, 2024

Tabloidpengusaha.com

Tabloid Pengusaha | tabloid online | majalah online | majalah digital | majalah marketing

Selandia Baru Memberikan Tanggapan mengenai 9 Bulan Pilot Susi Air yang Disandera oleh OPM

1 min read

tabloidpengusaha.com – Selandia Baru Mengungkapkan Situasi Pilot Susi Air yang Disandera oleh OPM selama 9 Bulan

Philip Mehrtens, seorang pilot Susi Air asal Selandia Baru, telah disandera oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) sejak Februari 2022 atau selama sembilan bulan. Mehrtens, yang menikah dengan warga negara Indonesia beberapa tahun lalu, diculik oleh OPM pada 7 Februari setelah mendaratkan pesawatnya di lapangan terbang Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan (MFAT) Selandia Baru menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya untuk membebaskan Mehrtens dengan selamat dan aman. Upaya tersebut melibatkan kerjasama dengan otoritas Indonesia, dengan menjadikan keselamatan dan kesejahteraan Philip Mehrtens sebagai prioritas utama.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak berwenang Indonesia dan menempuh langkah-langkah konsuler, termasuk mengirimkan staf konsuler Selandia Baru ke Papua,” kata juru bicara MFAT kepada CNNIndonesia.com melalui email pada Kamis (30/11).

Mereka juga memberikan dukungan kepada keluarga Mehrtens di Selandia Baru dan Indonesia, sambil meminta privasi keluarga dalam menghadapi situasi yang sulit ini.

OPM, yang dipimpin oleh Egianus Kogoya, menyandera Mehrtens pada 7 Februari setelah mendaratkan pesawatnya di Paro, Kabupaten Nduga. Pada 26 Mei, OPM merilis video yang menampilkan kondisi pilot tersebut, mengancam akan menembaknya jika tidak ada negosiasi dalam dua bulan.

Panglima TNI, Agus Subiyanto, baru-baru ini memberikan pernyataan tentang operasi pembebasan Mehrtens, mengungkapkan keterlibatan Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) dan operasi teritorial sebagai langkah-langkah yang diambil untuk membebaskan Mehrtens.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *