June 15, 2024

Tabloidpengusaha.com

Tabloid Pengusaha | tabloid online | majalah online | majalah digital | majalah marketing

Dari Desa ke Dunia, Bisnis Warga RI Ini Cuan Rp 10 M

2 min read

Tabloidpengusaha.com – Banyak yang belum mengenalnya di pasar lokal. Namun untuk pasar luar negeri, mitra Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank ini boleh diadu.

CV Siji Lifestyle, yang bergerak di bidang home decor awalnya hanya berawal dari kontrakan dan gudang bambu. Di 2007, Achmad Kurnia, pria lulusan salah satu universitas di Yogyakarta memulainya.

Sebenarnya setelah lulus kuliah, Achmad masuk ke salah satu perusahaan kerajinan ternama. Lalu, ia bergabung dengan salah satu perusahaan furnitur besar.

Namun tak bertahan lama, ia kemudian memutuskan sekolah ke luar negeri dan mengambil bisnis internasional, dari jalur beasiswa. Inilah yang menjadi awal berdirinya Siji Lifestyle.

“Bagaimana membuat satu produk dan satu negara bisa dipasarkan di internasional,” katanya saat ditemui di pabriknya, di Desa Trirenggo, Pandowoharjo, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

Berbeda dari bisnis lokal kebanyakan yang bermula dari lokal, sejak awal Siji memang membidik pasar ekspor. Alasannya sederhana, karena minat lokal tak terlihat.

“Market kami yang terbesar adalah 95% untuk ekspor di mana 40% untuk Eropa, 45% Amerika,” jelasnya.

“Sisanya Jepang, Amerika Selatan kemudian juga di Pasifik,” tambahnya lagi.

“Potensi dalam negeri terbatas karena daya beli rendah dan desain yang mereka (Indonesia) sukai berbeda,” kata Achmad.

Dengan memanfaatkan para pekerja lokal dan bantuan warga binaan, kini Sizi Lifestyle menjadi buruan pembeli global. Bahkan omzetnya kini mencapai Rp 10 miliar.

“Naik Sekitar 25% dari target kami,” kata Achmad lagi.

Ia mengatakan ada satu keunggulan Siji Lifetsyle di mata pasar global. Yakni bahan yang kebanyakan berasal dari serat alam seperti gedebong pisang, enceng gondok, pelepah jagung, rotan dan kulit kayu.

“Kemudian kami kombinasikan dengan desain,” paparnya.

“Karena fokus market kami untuk kelas menengah ke atas dan ekspor, gaya mereka adalah modern minimalis,” terangnya menjelaskan fokus Siji Lifestyle.

Ia pun menjelaskan bagaimana spesifikasi produk, di mana yang dibuat Siji Lifestyle merupakan barang koleksi, menjadi kekuatan lain. Perusahaan yang aktif memperkenalkan diri melalui pertemuan khusus dan pameran juga makin memperlebar pasar,

“Dari situ mulai konsep design itu berkembang sehingga mereka mau custom atau order apa adanya seperti yang kita offer-kan,” rinci Achmad.

Seperti halnya perusahaan lain, sejumlah tantangan dan hambatan juga dihadapi Siji Lifestyle. Saat pandemi misalnya, karantina membuat banyak konsumen di luar negeri mempercantik rumah dan membuat Siji Lifestyle kelebihan pesanan.

Namun kelangkaan kontainer mengakibatkan masalah cash flow. Di mana barang-barang yang diproduksi tidak dapat dikirimkan.

Belum lagi harga pun melambung tinggi. Kala itulah LPEI datang dan membantu Sini Lifestyle dengan pembiayaan Rp 1,6 miliar melalui Coaching Program for New Exporter (CPNE) yang berlangsung selama satu tahun.

“Mudah mudahan ke depan kita juga komunikasi terus, bisnis lancar dan meningkat, sehingga LPEI bisa mendukung lebih besar lagi. Selain itu, kita juga support dengan pameran dan lain-lain,” kata Kepala Kantor Wilayah LPEI Surakarta Irwan Prasetiyawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *