June 15, 2024

Tabloidpengusaha.com

Tabloid Pengusaha | tabloid online | majalah online | majalah digital | majalah marketing

Minim SDM, Peluang Kerja di Sektor Ini Terbuka Lebar Lho!

2 min read

Jakarta – Digital marketing menjadi salah satu pekerjaan yang banyak dicari di awal 2024. Untuk Januari 2024 saja, ada sekitar 14.845 lowongan pekerjaan untuk posisi digital marketing. Namun yang disayangkan, tingginya kebutuhan ini belum diimbangi dengan pasokan tenaga kerja siap pakai.

Berdasarkan riset Asosiasi Digital Marketing Indonesia (Digimind), jumlah kebutuhan tenaga kerja untuk digital marketing berada di posisi ketiga dari keseluruhan lowongan pekerjaan yang terpantau pada Januari 2024 dari sejumlah situs lowongan kerja utama yang ada di Indonesia.

Secara berturut-turut, lowongan pekerjaan yang terbanyak adalah tenaga marketing 30.462 lowongan, akunting 14.949, digital marketing 14.84, administrasi 14.624, dan general manager 11.071 lowongan.

“Melihat peluang yang sangat besar ini, kita punya harapan kepada para capres ataupun caleg yang bertarung di Pemilu 2024, agar digital marketing menjadi salah satu fokus mereka dalam program menciptakan lapangan pekerjaan di dalam visi-misi mereka,” kata Ketua Umum Asosiasi Digital Marketing Indonesia (Digimind), Dian Martin.

Menurut Dian Martin, perkembangan digital terus terjadi dari hari ke hari. Bahkan, dalam dekade mendatang, 70% transaksi bisnis di dunia akan terjadi dalam model bisnis berbasis digital.

Indonesia juga akan mengalaminya, karena kata Dian, 175 juta atau lebih dari 60% penduduk Indonesia, sudah melek internet. “Dan, 80% dari penduduk yang sudah melek internet itu, sudah melakukan transaksi digital untuk barang dan jasa,” ujar Dian.

Persoalannya, ujar Dian, pasokan tenaga digital marketing belum cukup tersedia hingga hari ini. Bahkan, digital marketing masih awam bagi sebagian orang ketika banyak perusahaan justru membutuhkannya dalam jumlah besar.

“Pada 2023 lalu, digital marketing menempati posisi pertama jumlah lowongan pekerjaan. Ini berdasarkan riset kami pada sepuluh portal lowongan pekerjaan di Indonesia. Namun hanya 3% dari seluruh kampus di Indonesia yang mengajarkan digital marketing. Ini tentu sangat disayangkan,” tambah Dian.

Karena itu, Dian berharap, siapapun nanti presiden yang terpilih, akan lebih memperhatikan kebutuhan tenaga digital marketing ini sebagai bagian dari solusi mengurangi angka pengangguran.

Menurut Dian, Asosiasi Digital Marketing Indonesia sendiri terus melakukan gerakan melek digital ke tengah masyarakat, agar mereka tidak tertinggal oleh teknologi yang terus berubah. Gerakan ini dilakukan lewat cara berkolaborasi dengan para pelaku digital marketing, UMKM , swasta dan pemerintah agar berdampak secara global. “Namun, sekali lagi, dukungan politik juga penting. Mumpung lagi masa pemilu, sehingga kami menitip pesan,” pukas Dian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *