June 15, 2024

Tabloidpengusaha.com

Tabloid Pengusaha | tabloid online | majalah online | majalah digital | majalah marketing

Kala GOTO Buka-bukaan Migrasi TikTok-Tokopedia hingga Merger dengan Grab

2 min read

Tabloidpengusaha.com – PT Gojek Tokopedia GoTo (Tbk) (GOTO) buka-bukaan mengenai proses migrasi sistem TikTok ke Tokopedia hingga isu soal merger dengan Grab. Hal itu disampaikan dalam paparan publik secara virtual.

Terkait sistem migrasi TikTok ke Tokopedia, GOTO memastikan proses berjalan dengan baik sesuai rencana dan sudah hampir selesai. Ditargetkan semuanya dapat selesai dalam 1,5 bulan ke depan.

“Proses sistem integrasi dan migrasi berjalan dengan baik, semua pihak berkomunikasi dengan menteri terkait dan seluruh sepengetahuan kami proses ini pada saat ini sudah hampir selesai. Proses diharapkan dapat seluruhnya rampung paling lambat dalam 1,5 bulan ke depan,” kata Direktur Utama GOTO Patrick Walujo

Integrasi teknis akan memisahkan sistem elektronik TikTok dan Tokopedia sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023. Meski begitu, konsumen dipastikan akan tetap memiliki pengalaman berbelanja yang nyaman.

“Promosi akan dilakukan di sistem elektronik TikTok, pengalaman belanja dan proses transaksi secara keseluruhan akan dilakukan di sistem elektronik back end Tokopedia. Hal ini akan memberikan pengalaman yang baik bagi pembeli dan tetap memastikan data dan sistem tetap terpisah sesuai dengan peraturan pemerintah. Penyelesaian transaksi akan dilakukan di sistem pembayaran seperti biasa,” jelas Patrick.

Sebelumnya, GOTO mengumumkan penyelesaian transaksi investasi TikTok sebesar US$ 1,5 miliar ke Tokopedia. Melalui penyelesaian transaksi ini, layanan e-commerce Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia secara resmi bergabung di bawah naungan PT Tokopedia.

Pemerintah memberikan waktu hingga April 2024 bagi TikTok untuk melakukan migrasi sistem back-end ke Tokopedia. Dengan begitu layanan e-commerce dan media sosial akan terpisah dari TikTok.

“Kemitraan dengan TikTok berpotensi menjadikan gabungan antara Tokopedia dan TikTok Shop menjadi e-commerce terdepan atau nomor satu di Indonesia. Tokopedia dan TikTok memiliki potensi sinergi yang besar dengan pasar yang saling melengkapi dan tidak tumpang tindih,” beber Patrick.

GOTO Jawab Isu Penggabungan dengan Grab

GOTO membantah rumor terkait yang menyebutkan GoTo dan Grab akan melakukan penggabungan bisnis alias merger. Pihaknya memastikan tidak ada diskusi yang berkaitan dengan rumor tersebut.

“Saat ini kami sedang tidak melakukan diskusi terkait rumor tersebut. Selain itu, tidak ada pemegang saham pengendali yang mengindikasikan kepada kami bahwa mereka sedang mendiskusikan hal tersebut,” kata Direktur GOTO Pablo Malay.

Pablo menegaskan bahwa saat ini perseroan memiliki fundamental dan posisi keuangan yang semakin kuat. Hal itu terlihat dari GOTO yang telah berhasil mencapai target EBITDA yang disesuaikan positif pada kuartal IV-2023, serta melampaui batas atas panduan kinerja EBITDA yang disesuaikan untuk tahun 2023.

“Perseroan memiliki fundamental yang semakin kuat dan posisi keuangan yang tetap solid. Perseroan akan terus fokus pada pertumbuhan yang sehat dengan meningkatkan inovasi produk dan operasional dalam bisnis on demand service dan fintech,” jelas Pablo.

Terkait rencana aksi korporasi, GOTO menyebut akan terus mengeksplorasi peluang yang muncul seperti perusahaan lainnya. Dalam hal ini faktor yang akan diperhitungkan termasuk kondisi ekonomi dan potensi transaksi yang dapat meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

“Sebagai perusahaan publik, kami akan selalu mematuhi semua hukum dan peraturan yang relevan. Apabila terdapat informasi materi yang menyangkut perseroan, kami akan menyampaikan keterbukaan informasi sesuai ketentuan,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *